Tuesday, 26 June 2012

INTRODUKSI

Learning English Through Subconscious-Installing Method adalah sebuah terobosan baru dalam metodologi pembelajaran bahasa Inggris yang berfokus pada optimalisasi penggunaan otak bawah sadar. Otak bawah sadar merupakan komponen terbesar dari otak (88%) yang memegang peranan sangat penting, namun seringkali terlupakan dalam keberhasilan proses pembelajaran. Di bagian inilah fungsi memori permanen berada dan merupakan lokasi istimewa dimana keahlian / keilmuan pada tingkatan otomatis tersimpan, yang merupakan tujuan akhir dari semua pembelajaran (penguasaan suatu keilmuan pada tingkatan otomatis).
            Secara teknis metode ini berbasis pada aktivasi gelombang alfa pada otak, yang menempatkan seorang peserta didik berada dalam kondisi yang paling optimal (super learner) untuk menguasai suatu keilmuan. Pada kondisi ini otak bawah sadarlah yang paling dominan melakukan tugasnya, menyerap semua informasi secara genial dan utuh tanpa banyak diinterupsi oleh pikiran kritis dan analitis yang sengaja diminimalkan fungsinya pada tahapan ini. Efeknya; peserta didik akan belajar dengan sangat santai, fokus, tanpa beban, dan menyenangkan, sebagaimana anak kecil belajar sesuatu tanpa banyak melibatkan pikiran sadar (kritis-analitis).
            Tanpa disadari peserta didik akan mengalami fenomena instalasi bawah sadar yang berdampak pada penyerapan dan penguasaan yang sangat tinggi terhadap informasi yang diberikan. Karena prosesnya dibawah sadar, tidak jarang peserta didik akan keheranan ketika menemukan kenyataan bahwa mereka mampu menghasilkan output yang sedemikian bagus dalam tingkat penguasaan yang tinggi, terhadap segala hal yang mereka pelajari. Mereka tiba-tiba bisa / mampu menguasainya tanpa proses belajar yang berat dan membebani pikiran.
            Didalam prosesnya, Learning English Through Subconscious-Installing Method melakukan 7 hal yang sangat mendasar bagi peserta didik, yaitu:
  1. Memberikan wawasan dan kecerdasan berbahasa Inggris.
  2. Membuka kesadaran diri akan kemampuan dan pemahaman dalam berbahasa Inggris.
  3. Membangkitkan semangat dan motivasi untuk berbahasa Inggris dan memahami kekurangannya.
  4. Membangkitkan kesadaran diri dan kemauan untuk belajar bahasa Inggris.
  5. Membangkitkan kreativitas pelajar muncul secara otomatis.
  6. Menjadikan kreativitas pelajar yang timbul tersebut akan berlangsung secara berkesinambungan.
  7. Memberikan proses untuk memahami bahasa Inggris secara utuh yang meliputi bahasa Inggris lisan dan tulis (vocabulary, listening, speaking, reading, dan writing).