Learning English Through
Subconscious-Installing Method adalah sebuah terobosan baru dalam metodologi
pembelajaran bahasa Inggris yang berfokus pada optimalisasi penggunaan otak
bawah sadar. Otak bawah sadar merupakan komponen terbesar dari otak (88%) yang
memegang peranan sangat penting, namun seringkali terlupakan dalam keberhasilan
proses pembelajaran. Di bagian inilah fungsi memori permanen berada dan
merupakan lokasi istimewa dimana keahlian / keilmuan pada tingkatan otomatis
tersimpan, yang merupakan tujuan akhir dari semua pembelajaran (penguasaan
suatu keilmuan pada tingkatan otomatis).
Secara
teknis metode ini berbasis pada aktivasi gelombang alfa pada otak, yang
menempatkan seorang peserta didik berada dalam kondisi yang paling optimal
(super learner) untuk menguasai suatu keilmuan. Pada kondisi ini otak bawah
sadarlah yang paling dominan melakukan tugasnya, menyerap semua informasi
secara genial dan utuh tanpa banyak diinterupsi oleh pikiran kritis dan
analitis yang sengaja diminimalkan fungsinya pada tahapan ini. Efeknya; peserta
didik akan belajar dengan sangat santai, fokus, tanpa beban, dan menyenangkan,
sebagaimana anak kecil belajar sesuatu tanpa banyak melibatkan pikiran sadar
(kritis-analitis).
Tanpa
disadari peserta didik akan mengalami fenomena instalasi bawah sadar yang berdampak
pada penyerapan dan penguasaan yang sangat tinggi terhadap informasi yang
diberikan. Karena prosesnya dibawah sadar, tidak jarang peserta didik akan
keheranan ketika menemukan kenyataan bahwa mereka mampu menghasilkan output
yang sedemikian bagus dalam tingkat penguasaan yang tinggi, terhadap segala hal
yang mereka pelajari. Mereka tiba-tiba bisa / mampu menguasainya tanpa proses belajar yang
berat dan membebani pikiran.
Didalam
prosesnya, Learning English Through Subconscious-Installing Method melakukan
7 hal yang sangat mendasar bagi peserta didik, yaitu:
- Memberikan wawasan dan kecerdasan berbahasa Inggris.
- Membuka kesadaran diri akan kemampuan dan pemahaman dalam berbahasa Inggris.
- Membangkitkan semangat dan motivasi untuk berbahasa Inggris dan memahami kekurangannya.
- Membangkitkan kesadaran diri dan kemauan untuk belajar bahasa Inggris.
- Membangkitkan kreativitas pelajar muncul secara otomatis.
- Menjadikan kreativitas pelajar yang timbul tersebut akan berlangsung secara berkesinambungan.
- Memberikan proses untuk memahami bahasa Inggris secara utuh yang meliputi bahasa Inggris lisan dan tulis (vocabulary, listening, speaking, reading, dan writing).