Tuesday, 26 June 2012

TEKNOLOGI LEVEL KUANTA

Inovasi teknologi yang diambil dan menjadi basis bagi metodologi pembelajaran yang dikembangkan dinamakan Teknologi Level Kuanta. Teknologi ini bertumpu pada proses digitalisasi dan transformasi ilmu di level energi.
            Teknologi ini dibangun dari beberapa unsur paradigma dasar, Pertama: fakta bahwa dalam pandangan dunia kuantum; unsur penyusun semua benda di dunia ini adalah energi yang bervibrasi dengan frekuensi tertentu. Semakin tinggi vibrasinya, semakin tidak bisa ditangkap oleh panca indra. Sebaliknya, semakin rendah vibrasinya, semakin terlihat dan mampu ditangkap oleh panca indra. Dalam paradigma ini, ilmu dikategorikan pula sebagai ‘benda’ yang juga ada unsur penyusunnya, yaitu energi yang memiliki vibrasi sangat tinggi.
            Kedua: Teknologi otak; bahwa otak bekerja dengan cara tertentu yang sangat spesifik dan alamiah. Semua informasi, termasuk juga ilmu, diolah dan disimpan dengan cara tertentu pula. Sebagai konsekuensinya, perhatian terhadap cara kerja otak ini sangat menentukan keberhasilan sebuah proses pembelajaran, terutama perhatian terhadap potensi bagian otak yang sangat luar biasa, yaitu otak bawah sadar. Disinilah semua informasi pada tingkatan otomatis disimpan. Tujuan pembelajaran sebuah ilmu pada akhirnya adalah penguasaannya pada tingkatan otomatis, yang merupakan fungsi dari otak bawah sadar. Jadi pemahaman yang benar terhadap cara bekerja otak bawah sadar ini sangatlah dibutuhkan untuk keberhasilan proses pembelajaran.
            Ketiga: Teknologi computer; Dalam cara otak bekerja, terdapat banyak sekali proses-proses yang mirip proses komputerisasi yang dilakukan komputer, akan tetapi ia dalam taraf yang jauh lebih canggih dan jauh lebih cepat. Pemisahan antara proses recording (merekam) dan proses utilizing (menggunakan) data atau informasi amatlah menentukan keberhasilan proses pembelajaran, karena berbeda tahapan berarti berbeda pula perlakuannya. Tidak bisa dicampur-adukkan, karena hanya akan menghasilkan kesulitan dalam proses belajar yang berdampak pada rendahnya tingkat keberhasilan pembelajaran.